Tugaspekerjaan di rumah (PR) berupa materi dari hasil mengidentifikasi definisi, tujuan, ruang lingkup, jenis pekerjaan pada mesin bubut. Observasi : Proses melaksanakan tugas definisi, tujuan, ruang lingkup jenis pekerjaan pada mesin bubut Portofolio: Terkait kemampuan dalam penerapan dan pengoperasian jenis pekerjaan pada mesin bubut b. Tes: Jikakalian ditanya dan diberi kesempatan untuk men-jelaskan secara singkat sejarah munculnya internet. Apa yang kalian akan terangkan. Jika kalian bingung, artikel ini akan menjelaskan secara detail. Internet sendiri pada awalnya diciptakan di oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun ke 1969. Internet(Interconected Network = Jaringan Global) LAN (Local Area Network) yaitu jaringan komunikasi sejumlah komputer dalam area/lokasi yang kecil (ruang / gedung / kampus), yang pada umumnya terkoneksi melalui media kabel. PengertianMedia Sosial adalah media online (daring) yang dimanfaatkan sebagai sarana pergaulan sosial secara online di internet. Di media sosial, para penggunanya dapat saling berkomunikasi, berinteraksi, berbagi, networking, dan berbagai kegiatan lainnya. Media sosial mengunakan teknologi berbasis website atau aplikasi yang dapat mengubah Internetmerupakan sebuah kumpulan global (mendunia) ribuan jaringan komputer dan jutaan komputer pribadi yang dikelola secara bebas. Internet dapat menghubungkan komputer dan jaringan komputer yang dikelola, baik oleh pemerintah maupun swasta dan perorangan yang ada di berbagai negara. RuangLingkup ICT yang pertama adalah teknologi informasi, maksud dari ICT disini, mereka mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi ( baca pengertian informasi disini ). 2. Teknologi Komunikasi Berikutnya adalah teknologi komunikasi. . Pengertian sosiologi merupakan salah satu ilmu sosial yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Pada intinya, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia dengan masyarakat atau lingkungan sosialnya. Pengertian secara singkat, sosiologi merupakan ilmu masyarakat. Tentunya, ilmu sosiologi disusun sedemikian rupa berdasarkan hasil pemikiran ilmiah yang bisa digunakan guna memahami sosial masyarakat. Ruang lingkup dari ilmu sosiologi sendiri dapat mencakup dari keluarga, suku, negara, bangsa, ekonomi, sosial, hingga politik. A. Pengertian Sosiologi Secara Umum Secara etimologi, sosiologi berasal dari dua kata bahasa latin, yaitu Socious dan Logos, di mana Socious berarti masyarakat dan logos berarti pembahasan atau pembicaraan. Jika disimpulkan, maka sosiologi merupakan pembahasan mengenai kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Secara luas, sosiologi bukan hanya mempelajari kehidupan manusia melainkan segala hal yang berhubungan dengan kehidupannya seperti budaya contohnya. Objek dari sosiologi sendiri adalah hubungan individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, hingga timbal balik antara individu dengan kelompok. B. Pengertian Sosiologi Menurut Ahli 1. Soerjono Soekanto Soerjono Soekanto berpendapat bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mengacu pada perhatian dari sisi kemasyarakatan. Di mana ilmu sosiologi bersifat umum yang berfungsi untuk mendapatkan pola umum pada kehidupan masyarakat. 2. Pitirim Sorokin Sosiologi menurut Pitirim Sorokin adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik dari berbagai macam gejala sosial. Gejala-gejala tersebut di antaranya adalah keluarga, moral, ekonomi, dan lain sebagainya. Sosiologi juga merupakan ilmu yang membahas hubungan dan timbal balik yang terjadi pada gejala sosial dengan non sosial. Di mana sosiologi merupakan merupakan ilmu yangt mempelajari ciri-ciri umum dari berbagai jenis gejala sosial yang ada di masyarakat. 3. Allan Jhonson Sedangkan Allan Jhonson berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang membahas tentang kehidupan dan perilaku, khususnya pada sistem sosial dan pengaruh sistem sosial terhadap manusia. Sosiologi berawal dari adanya Revolusi Perancis atau lebih dikenal dengan istilah Revolusi Politik, di mana terjadi perubahan masyarakat di bidang ekonomi, politik, hingga sosial budaya. Perubahan ini terjadi karena adanya semangat liberalisme yang diterapkan pada hukum dan undang-undang. Revolusi tersebut dilanjutkan adanya revolusi industri atau lebih dikenal dengan revolusi ekonomi, di mana terdapat perubahan sistem industri di abad 18. Perubahan ini memberikan pengaruh pada perkembangan kapitalisme perdagangan, mekanisme pabrik, hingga tercipta unit produksi luas, kelas buruh, hingga urbanisasi ekonomi. Kelas buruh yang mengalami perubahan membuat dampak negatif dengan munculnya masalah sosial dalam kemasyarakatan. Hingga terjadi konflik antar kelas buruh. Di sinilah ilmu sosiologi muncul dengan memahami perilaku dan kondisi lingkungan sosial dan masyarakat. D. Tujuan Sosiologi Tujuan ilmu sosiologi adalah agar kita memahami bagaimana kondisi dan situasi masyarakat sekitar kita. Dengan kata lain, kita dapat memahami perilaku masyarakat dan perilaku sosial baik individu maupun kelompok tertentu. Dalam perencanaan sosial, sosiologi bertujuan sebagai upaya mempersiapkan masa depan seseorang di dalam kehidupan bermasyarakat. Di mana perencanaan tersebut dapat mengatasi segala kemungkinan yang terjadi dalam perubahan masyarakat yang secara mendadak. Dengan kata lain, sosiologi dapat dijadikan sebagai alat mengetahui perkembangan apa yang terjadi di dalam masyarakat. Perencana tersebut pun perlu dibuat sesuai fakta yang ada. Selain itu, sosiologi juga bermanfaat pada penelitian yang dapat menggambarkan situasi dan gejala kehidupan dalam masyarakat. Dengan adanya penelitian masyarakat, maka dapat menciptakan solusi untuk memecahkan masalah sosial. E. Ciri-Ciri Sosiologi Studi tentang kemasyarakatan sudah ada sejak jaman sebelum kejayaan Eropa. Namun, hal tersebut masih mengandung perdebatan para ilmuwan. Sehingga bisa dikatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang dikembangkan saat era modern Eropa. Di mana pada abad ke 18, ilmu pengetahuan empiris mulai berkembang pesat di Eropa hingga lahirlah ilmu pengetahuan Sosiologi. Suatu kajian dikatakan sebagai ilmu pengetahuan perlu beberapa ciri-ciri sebagai karakteristik yang sesuai dengan kaidah ilmia. Seperti halnya ciri-ciri sosiologi yang bersifat empiris, teoritis, kumulatif, dan non etis. Tentunya, tanpa adanya karakteristik tersebut, maka sosiologi tidak dapat berdiri sendiri dan dikatakan sebagai ilmu pengetahuan. 1. Empiris Sosiologi bersifat empiris yang artinya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan adanya observasi secara real dengan menggunakan logika dan indra. Dengan begitu, hasil dari pemikirannya tidak mengandung spekulatif. 2. Teoritis Sosiologi bersifat teoritis artinya, bahwa ilmu sosiologi telah tersusun secara abstrak berdasarkan hasil pemikiran empiris. Dari situ dapat ditarik kesimpulan yang dapat menjelaskan sebab-akibat dan berbagai gejala sosial yang terjadi. 3. Kumulatif Sosiologi bersifat kumulatif artinya bahwa ilmu pengetahuan ini dapat membentuk suatu argumen pada kekosongan belaka karena sudah disusun dan dikuatkan dengan teori-teori sebelumnya. 4. Non Etis Sosiologi bersifat non etis karena sosiologi mengkaji permasalahan sosial tanpa memperdebatkan baik atau buruknya persoalan. F. Ruang Lingkup dan Objek Kajian Sosiologi Pada dasarnya, ruang lingkup sosiologi merupakan objek kajian yang dibahas dalam ilmu pengetahuan Sosiologi. Selain itu, objek kajian sosiologi sangatlah luas. Namun, pada umumnya, bahwa kajian objek sosiologi yang terbesar adalah masyarakat. Jika dibatasi, bahwa ruang lingkup sosiologi merupakan suatu hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan. Beberapa hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan di antaranya seperti interaksi antar individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, dan karakteristik kelompok sosial yang beraneka ragam. 1. Hubungan Timbal Balik Antar Individu Sosiologi membahas hubungan antar individu, di mana hubungan baik interaksi juga dampak dari satu individu dengan individu lainnya. 2. Hubungan Timbal Balik Antara Individu dengan Kelompok Ruang lingkup dan objek kajian sosiologi yang membahas hubungan timbal balik antara inbdividu dengan kelompok ini seperti halnya seseorang dengan suatu kelompok tertentu. 3. Hubungan Timbal Balik Antar Kelompok Begitu juga dengan hubungan timbal balik antar kelompok, di mana merupakan pembahasan hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. 4. Ciri Khas Suatu Kelompok Yang terakhir adalah ruang lingkup pada karakteristik suatu kelompok. Di mana setiap kelompok tentu memiliki ciri khas masing-masing sebagai karakteristik mereka. begitu juga dengan individu. Biasanya karakteristik ini dipengaruhi oleh keadaan dan kondisi lingkungan masyarakat sekitarnya. G. Contoh Objek Kajian Sosiologi 1. Hubungan Timbal Balik Antar Individu Contoh hubungan timbal balik antar individu dapat dilihat dari ketika seseorang yang lebih muda bersikap sopan dengan seseorang yang lebih tua. 2. Hubungan Timbal Balik Antara Individu dengan Kelompok Contoh hubungan timbal balik antara individu dengan kelompok seperti seorang pemimpin yang berpidato dengan anggotanya. 3. Hubungan Timbal Balik Antar Kelompok Contoh hubungan timbal balik antar kelompok seperti halnya partai A sedang menandatangani kontrak kerja sama dengan partai B. 4. Ciri Khas Suatu Kelompok Sedangkan contoh dari karakteristik suatu kelompok ini bisa dilihat dari beberapa kelompok yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Seperti halnya kelompok A memiliki karakteristik ketika bekerja diiringi dengan suasana yang tegang dan serius. Di sisi lain, terdapat kelompok B yang bekerja bisa dengan canda tawa. A. Pengertian Sosiologi Secara UmumB. Pengertian Sosiologi Menurut Ahli1. Soerjono Soekanto2. Pitirim Sorokin3. Allan JhonsonC. Sejarah SosiologiD. Tujuan SosiologiE. Ciri-Ciri Sosiologi1. Empiris2. Teoritis3. Kumulatif4. Non EtisF. Ruang Lingkup dan Objek Kajian Sosiologi1. Hubungan Timbal Balik Antar Individu2. Hubungan Timbal Balik Antara Individu dengan Kelompok3. Hubungan Timbal Balik Antar Kelompok4. Ciri Khas Suatu KelompokG. Contoh Objek Kajian Sosiologi1. Hubungan Timbal Balik Antar Individu2. Hubungan Timbal Balik Antara Individu dengan Kelompok3. Hubungan Timbal Balik Antar Kelompok4. Ciri Khas Suatu Kelompok Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Sistem Informasi Bisnis? Mungkin anda pernah mendengar kata Sistem Informasi Bisnis? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, Aturan, Mengenali, Jenis, Sumber, Aktivitas dan Faktor. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Sistem Informasi Bisnis Sistem Informasi Bisnis adalah kumpulan dari berbagai informasi yang memiliki kesatuan antara satu dan yang lainnya yang ditujukan untuk kepentingan bisnis. Dalam mendukung penyampaian suatu informasi maka dimanfaatkanlah teknologi informasi, yang menggunakan teknologi computer sebagai media utama dalam penyampaian informasi. Istilah ini sendiri merupakan perkembangan dari istilah Sistem Informasi information system . Semakin tinggi kualitas teknologi informasi yang digunakan maka tingkat efektfitas dan efisiensi nya semakin baik. Ada tiga aturan vital agar sistem informasi untuk perusahaan bisnis, yaitu Komunikasi Yang dimaksud dengan komunikasi adalah adanya fasilitas atau media yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, layanan, transaksi elektronik pemesanan dan pembayaran secara elektronik dan perpindahan barang dari penjual ke pembeli media komunikasi yang memadai yang bisa mempertemukan pelaku e-Business menjadi syarat utama terselenggaranya. Komersial Perdagangan Sisi komersial yang disyaratkan pada e-Business adalah adanya sistem untuk melakukan transaksi online mulai dari promosi barang, pemesanan barang, pembayaran dan pengiriman barang. Pembeli barang memesan barang tidak memerlukan melihat barang secara langsung tetapi melalui gambar atau spesifikasi yang tercantum dalam website. Sedangkan untuk pemesanan, sistem shopping online terhubung dengan sistem inventory untuk mengetahui stock barang sehingga barang yang dibeli memang ada. Untuk pembayaran, sistem shopping online harus terhubung dengan otoritas pembayaran misalnya bank atau penyedia kartu kredit agar nilai yang dibayarkan oleh pembeli berasal dari alat pembayaran yang sah dan memiliki nilai yang cukup. Proses Bisnis Setiap pelaku e-Business yang ingin melalukan transaksi elektronik dan mendapatkan manfaat semaksimal mungkin dari e- Business harus melakukan optimalisasi proses bisnis internal dengan memanfaatkan teknologi informasi agar aliran informasi, transaksi, maupun lama pengiriman barang menjadi dipersingkat, biaya transaksi menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan secara tradisional. Layanan Bagi setiap institusi yang menjadi pelaku e-Business, penggunaan teknologi informasi dan internet seharusnya menjadikan layanan ke customer menjadi lebih baik, lebih ekonomis, dan lebih terjangkau. Misalnya, dimensi barang yang ditawarkan beserta spesifikasinya bisa diperiksa lebih seksama sebelum dibeli diakses melalui website, tidak diperlukan toko secara fisik, dan bisa diakses dari mana saja dengan menggunakan internet. Bahkan dengan sistem informasi, customer bisat dilayani secara khusus dan personal karena data- data aktifitas customer direkam dan bisa dilakukan analisis untuk meningkatkan pelayanan. Learning Untuk meningkatkan ”awareness” baik diantara pengguna maupun pelaku e-Business, proses edukasi sangat penting agar semakin banyak anggota masyarakat yang menyadari manfaat dan kelebihan dari transaksi online. Perbedaan dengan transaksi tradisional adalah pembeli dan penjual tidak perlu belajar sebelum melakukan transaksi sedangkan transaksi online karena pengguna maupun pelaku tidak berhadapan dengan manusia tetapi dengan mesin komputer maka diperlukan proses edukasi agar mereka bisa menggunakan fasilitas atau media transaksi dengan lancar. Kolaborasi Satu siklus transaksi online antara penjual dan pembeli melibatkan stakeholder lain yang harus berkolaborasi untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Pada saat pembayaran maka akan terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan bank atau penyedia kartu kredit untuk menyelesaikan proses pembayaran. Setelah dibayar maka terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan gudang, dan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan barang sampai ke pembeli. Pihak lain yang juga terlibat adalah pihak asuransi untuk melakukan penjaminan transaksi maupun atas barang yang dikirim. Kolaborasi yang terjadi dalam e-Business. Komunitas Dalam dunia maya world wide web komunitas merupakan salah satu indikator untuk mengukur aktifitas pengguna. Dalam e-Business, komunitas merupakan media yang cukup penting untuk belajar dan memperbaiki diri secara terus menerus baik dari sisi pelaku maupun pengguna dalam hal produk, layanan, maupun mekanisme transaksi. Mengenali Sistem Informasi Bisnis Sebagai praktisi bisnis, harus mampu mengenali komponen dasar sistem informasi sehingga nantinya sistem informasi tersebut dapat bernilai maksimal bagi tujuan organisasi. Hal ini berarti harus mampu mengidentifikasi Sumber daya manusia, hardware, software, data dan jaringan yang digunakan. Artinya harus mampu menentukan segala sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sistem informasi sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga tingkat efektifitas dan efisiensi dapat tercapai. Jenis produk informasi yang dihasilkan Artinya adalah menentukan jenis sistem informasi apa yang akan dijadikan solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi entah itu SIM, DSS, dan lain sebagainya. Cara melakukan aktivitas input, output, penyimpanan, dan pengendalian. Mengingat hal ini sangat penting dalam kinerja suatu sistem karena terdapat respon antara satu komponen aktivitas dengan komponen aktivitas lainnya yang saling berhubungan, maka sudah seharusnya praktisi bisnis memiliki pengetahuan akan aktivitas sistem informasi bisnis ini, karena kualitas kinerja sistem dapat tercermin dari sini. Jenis-Jenis Sistem Informasi Bisnis Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis sistem informasi bisnis, yakni sebagai berikut Sistem Penjualan dan Pemasaran Fungsi penjualan dan pemasaran bertanggung jawab dalam menjual produk atau jasa organisasi. Pemasaran memperhatikan mengenai pengenalan pelangan produk atau jasa perusahaan, menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan, merencanakan dan mengembangkan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan mengiklankan serta mempromosikan produk atau jasa. Misal Ringkasan penjualan Sistem Manufaktur dan Produksi Fungsi manufaktur dan produksi bertanggung jawab untuk benar-benar memproduksi barang dan jasa perusahaan. Sistem manufaktur dan produksi berhubungan dengan perencanaan, pengembangan dan pemeliharaan fasilitas produksi ; penetapan sasaran produksi ; pengadaan, penyimpanan, dan ketersediaan bahan produksi ; dan penjadwalan peralatan, fasilitas, bahan baku, dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membentuk produk akhir. Misal data bahan mentah, profil vendor baru, jadwal produksi Sistem Sumber Daya Manusia Fungsi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja perusahaan. Sistem informasi sumber daya manusia human resources information system mendukung aktivitas seperti mengenali karyawan potensial, menjaga catatan lengkap mengenai karyawan yang ada, dan menciptakan program untuk mengembangkan bakat dan keahlian karyawan. Misal informasi gaji, ringkasan pajak, tunjangan-tunjangan, kinerja pegawai Sistem Keuangan dan Akuntansi Fungsi keuangan bertanggung jawab mengelola aset keuangan perusahaan, seperti uang tunai, saham, obligasi, dan investasi lainnya, untuk memaksimalkan pengembalian atas aset keuangan ini. Fungsi keuangan juga bertanggung jawab dalam mengelola kapitalisasi perusahaan menemukan aset keuangan baru pada saham, obligasi, atau bentuk utang lainnya. Fungsi akuntansi bertanggung jawab menjaga dan mengelola catatan keuangan perusahaan-penerimaan, pembayaran, depresiasi, penggajian untuk menghitung arus dana dalam perusahaan Sumber Daya Sistem Informasi Bisnis Sumber daya disini adalah merupakan sebuah subsistem-subsistem pembangun dalam pengunaan sistem informasi bisnis. Sistem informasi bisnis secara umum memiliki banyak sumber daya pendukung, tetapi secara mendasar ada 5 sumber daya sistem informasi bisnis, antara lain Sumber Daya Manusia Dapat dibagi menjadi 2, yaitu User pemakai Merupakan sumber daya manusia yang menggunakan sistem informasi. Seperti pelanggan, manajer, pemasok, akuntan, dan lain sebagainya. Pakar Merupakan sumber daya manusia yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi. Seperti sistem analis, pembuat software, operator sistem. Sumber Daya Hardware Merupakan peralatan fisik perangkat keras yang digunakan dalam pengeloalan dan pemrosesan sistem informasi. Sumber Daya Software Dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu Software sistem Seperti sistem operasi yang berguna untuk melakukan operasi pada sistem komputer. Software aplikasi Memprogram berbagai pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu komputer oleh pemakai akhir. Selain itu juga berperan dalam membantu penyelesaian pekerjaan. Contohnya adalah program analisis penjualan dan program penggajian. Prosedur Mengoperasikan perintah-perintah bagi orangorang yang akan menggunakan sistem informasi. Contohnya, prosedur entri data dan prosedur pendistribusian cek data. Sumber Daya Data Termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, dan database persediaan. Sumber Daya Jaringan Media komunikasi, pemroses komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan. Aktivitas Sistem Informasi Yakni sebagai berikut Input sumber daya data Memindai secara optikal barang-barang dengan pengenal yang menggunakan kode garis. Pemrosesan data menjadi informasi Seperti menghitung pembayaran karyawan, pajak dan potongan gaji lainnya. Output produk informasi Menghasilkan laporan dan tampilan mengenai kinerja penjualan. Contohnya, seorang manajer penjualan dapat melihat tampilan video untuk memeriksa kinerja seorang tenaga kerja penjualan, menerima pesan suara yang dihasilkan computer melalui telepon, menerima cetakan dari hasil penjualan bulanan. Penyimpanan sumber daya data Penyimpanan adalah komponen sistem dasar sistem informasi. Penyimpanan adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi disimpan secara teratur untuk digunakan kemudian. Pengendalian kinerja sistem Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian kinerja sistem. Sistem informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai aktivitas input, pemrosesan, output, dan penyimpanan. Umpan balik ini harus diawasi dan dievaluasi untuk menetapkan apakah sistem dapat memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Kemudian, aktivitas sistem yang tepat harus disesuaikan agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para pemakai akhir. Faktor yang Menentukan Sistem Informasi Bisnis Yakni sebagai berikut Biaya cost E-Business perlu menjamin terjadinya ’cost efficiency’ melalui efisiensi waktu atau volume penjualan yang lebih besar dengan melakukan optimasi pada proses logistik langsung dari warehouse ke pembeli. Komersial commerce Memaksimalkan keuntungan profitabilitas dilakukan dengan melakukan reengineering seluruh proses bisnis sehingga selain menurunkan biaya operasional juga meningkatkan kepuasan pelanggan dan pada akhirnya menaikkan volume penjualan. Konten content Informasi tentang produk atau layanan, berita yang selalu up to date, informasi yang berguna misalnya tip, advice, variasi produk atau layanan pendukung yang dibarengi dengan kualitas produk dan layanan yang prima sehingga pelanggan merasa dilayani secara personal merupakan kunci sukses utama. Komunitas merupakan media tempat pertukaran pengalaman, membentuk interest group sehingga menjadi sarana yang efektif untuk membentuk opini pelanggan, membangun permintaan generate demand dan melindungi kepentingan pengguna maupun pelaku. Komunitas merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan retensi pelanggan sehingga biaya untuk mendapatkan pelanggan baru menjadi minimal. Kenyamanan convenience Kenyamanan dalam melakukan transaksi online merupakan salah satu kunci sukses. Navigasi yang mudah, cepat, dan informatif akan membuat pengguna menyukai cara bertransaksi online. Sedangkan kerumitan nagivasi yang memerlukan beberapa kali clik dan tidak memberikan petunjuk yang mudah dan cepat bisa menyesatkan pengguna dan membuat pengguna tidak kembali lagi. Konektifitas connectivity Ketersediaan koneksi yang cepat juga merupakan faktor penentu kesuksesan transaksi online. Respon yang cepat dan tidak terputus akan membuat pengguna merasakan manfaat yang nyata dari e-Business. Dengan ke enam faktor sukses tersebut diharapkan pelaku e-Business bisa mempersiapkan diri dengan secara lebih komprehensif. Untuk mengetahui tingkat kesuksesan pelaku e-Business ukuran yang bisa digunakan adalah penerimaan pengguna customer acceptance yang direpresentasikan dengan jumlah customer online, patuh aturan legal authorities compliance, dukungan dari third parties supply chain support dan indikator finansial. Di bawah ini adalah model untuk mengetahui kesuksesan e-Business. Kebijakan E-Business yang perlu dibuatkan aturan main dan rambu-rambu agar para pelaku e-Business stakeholders bermain dalam arena playing field yang fair dan semua pihak dilindungi hak dan kewajibannya tanpa mengurangi kemampuannya dalam mengimplementasikan strategi e-Business masing-masing mencakup kebijakan antara lain – Internal manajemen dan staf – Pemasok dan manufaktur – Pelanggan customer – Perantara intermediaries – Lembaga Keuangan – Pemilik Web Web service provider – Asosiasi – Komunitas Web Demikian Penjelasan Materi Tentang Sistem Informasi Bisnis adalah Aturan, Mengenali, Jenis, Sumber, Aktivitas dan Faktor Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi Pengertian Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence AIPengertian Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence Menurut AhliRuang Lingkup Kecerdasan Buatan Artificial IntelligencePerbedaan dan Keuntungan Kecerdasan Buatan AI dengan Kecerdasan AlamiKeuntungan Kecerdasan BuatanKeuntungan Kecerdasan AlamiPaham Pemikiran Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence1. AI Konvensional CI2. Kecerdasan komputasional Computational IntelligenceTujuan Kecerdasan BuatanContoh Kecerdasan Buatan Pengertian Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence AI – Pada kesempatan ini pendidikanku akan menshare mengenai Pengertian dari Kecerdasan Buatan dalam Bahasa Inggrisnya adalah Artificial Intelligence disingkat AI, Kecerdasan buatan Artificial Intelligence adalah suatu buatan atau juga tiruan yang memiliki kecerdasan. Kecerdasan buatan ini diciptakan dari sebuah algoritma dan dimasukkan ke dalam mesin komputer sehingga mesin tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia, kepandaian atau ketajaman dalam berpikir, seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah. Pengertian kecerdasan buatan adalah bagian dari ilmu komputer yang membuat supaya mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Pada awal diciptakannya, komputer ini dibuat hanya untuk difungsikan ialah sebagai alat hitung saja. Tetapi seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, tetapi lebih dari itu, tetapi komputer ini diharapkan bisa diberdayakan dalam mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan juga oleh manusia. Secara umumnya kecerdasan buatan tersebut diterjemahkan ialah sebagai sebuah sistem saraf, atau sensor atau otak yang diciptakan oleh suatu mesin. Sebenarnya kecerdasan buatan ini merujuk kepada mesin yang mampu untuk berpikir, menimbang tindakan yang akan diambil, serta mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh manusia. Pengertian Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence Menurut Ahli Untuk dapat mengerti lebih dalam lagi mengenai apasih kecerdasan buatan atau AI ini maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli, diantaranya Alan Turing, ahli matematika berkebangsaan Inggris yang dijuluki bapak komputer modern dan pembongkar sandi Nazi dalam era Perang Dunia II tahun 1950, dia menetapkan definisi Artificial Intelligent Jika komputer tidak dapat dibedakan dengan manusia saat berbincang melalui terminal komputer, maka bisa dikatakan komputer itu cerdas, mempunyai intelegensi. Manusia bisa menjadi pandai dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini karena manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman Pengetahuan diperoleh dari belajar. Semakin banyak bekal pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang tentu saja diharapkan untuk bisa lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan. Namun bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Demikian pula dengan kemampuan menalar yang sangat baik, namun tanpa bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar. Untuk itu AI akan mencoba untuk memberikan beberapa metode untuk membekali komputer dengan kedua komponen tersebut supaya komputer dapat menjadi mesin pintar. Ruang Lingkup Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence Sistem Pakar – Komputer digunakan sebagai saran untuk menyimpan pengetahuan para pakar. Dengan demikian komputer akan mempunyai keahlian dalam menyelesaikan suatu masalah dengan meniru dari keahlian yang dimiliki oleh para pakar. Pengolahan bahasa alami – Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user mampu berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Pengenalan ucapan – Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia mampu berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan suara. Robotika dan Sistem sensor Computer vision, mencoba untuk dapat mengintrepetasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer Intelligent Computer aid Instruction. Komputer bisa digunakan ialah sebagai pelatih dan juga pengajar. Perbedaan dan Keuntungan Kecerdasan Buatan AI dengan Kecerdasan Alami Keuntungan Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan ini lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal tersebut dimungkinkan karena sifat dari manusia yang kadang/sering pelupa. sedangkan Kecerdasan buatan tidak akan mengalami perubahan selama sistem komputer dan program tidak diubah. Kecerdasan buatan ini lebih mudah untuk dapat diduplikasi serta disebarkan. Kecerdasan Alami lebih sulit dalam untuk diajarkan dan disebarkan. Dalam membagi atau mengajarkan pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain itu butuh proses dan waktu sangat lama. Selain itu keahlian tidak akan pernah dapat diduplikasi secara lengkap. Sedangkan apabila kecerdasan atau pengetahuan yang ada pada sistem komputer, dapat ditransfer dan disalin dengan mudah serta cepat ke komputer lain pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer lain. Kecerdasan buatan lebih murah Kecerdasan Alami Biaya Mahal Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama. Kecerdasan buatan bersifat konsisten. Kecerdasan Alami senantiasa berubah-ubah Hal tersebut disebabkan karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer yang diprogram sedemikian rupa. Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Kecerdasan Alami sulit untuk direproduksi Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat, Apabila dibadingkan dengan kecerdasan alami Keuntungan Kecerdasan Alami Kreatif. Kemampuan untuk menambah serta memenuhi pengetahuan itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada kecerdasan buatan, untuk dapat menambah pengetahuan harus dilakukan dengan melalui sistem yang dibangun Kecerdasan alami ini memungkinkan orang untuk dapat menggunakan pengalaman dengan secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan ini harus bekerja dengan input-input simbolik Pemikiran manusia bisa digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan ini sangat terbatas. Paham Pemikiran Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence Secara Garis Besara Kecerdasan Buatan terbagi dalam 2 Paham Pemikiran yaitu 1. AI Konvensional CI ini Kebanyakan melibatkan metode-metode yang sekarang diklasifiksikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme serta analisis statistik. Dikenal ialah juga sebagai AI simbolis, AI logis, AI murni dan juga AI cara lama GOFAI, Good Old Fashioned Artificial Intelligence. Metode-metodenya meliputi Sistem pakar menerapkan kapabilitas pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi tersebut. Petimbangan berdasar kasus Jaringan Bayesian AI berdasar tingkah laku metode modular pada pembentukan sistem AI secara manual. 2. Kecerdasan komputasional Computational Intelligence ini Melibatkan pengembangan atau pembelajaran iteratif misalnya penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis. Pembelajaran tersebut berdasarkan pada data empiris serta diasosiasikan dengan AI non-simbolis, AI yang tak teratur dan juga perhitungan lunak. Metode-metode pokoknya meliputi Jaringan Syaraf sistem dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat Sistem Fuzzy teknik-teknik untuk pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen. Komputasi Evolusioner menerapkan konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis seperti populasi,mutasi dan “survival of the fittest” untuk menghasilkan pemecahan masalah yang lebih baik. Tujuan Kecerdasan Buatan Tujuan Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence Menurut Winston dan Prendergast 1984 Membuat mesin menjadi lebih pintar tujuan utama Memahami apa itu kecerdasan tujuan ilmiah Membuat mesin lebih bermanfaat tujuan entrepreneurial Contoh Kecerdasan Buatan Contoh dan/atau Penerapan Implementasi kecerdasan buatan dapat diterapkan pada bidang Visualisasi komputer, Kecerdasan buatan dalam bidang visualisasi komputer ini memungkinkan sebuah sistem komputer untuk dapat mengenali gambar sebagai input. Contohnya ialah mengenali sebuah pola pada suatu gambar. Pengenalan Suara, Kecerdasan buatan dalam pengenalan suara ini dapat mengenali suara manusia. Contohnya perintah komputer dengan menggunakan suara user. Sistem Pakar, Kecerdasan buatan dalam Sistem Pakar ini memungkinkan sebuah sistem komputer mempunyai cara berpikir dan penalaran seorang ahli dalam mengambil keputusan, untuk dapat memecahkan masalah yang ada pada saat itu. Contohnya program komputer yang bisa mendiagnosa penyakit dengan memasukan gejala-gejala yang dialami pasien. Permainan, Kecerdasan buatan pada permainan ini memungkinkan sebuah sistem komputer untuk mempunyai cara berpikir manusia dalam bermain. Contohnya permainan yang memiliki fasilitas Pemain asli orang melawan komputer. Komputer tersebut sudah di program sedemikian rupa supaya memiliki cara bermain seperti seorang manusia bahkan dapat melebihi seorang manusia. Itulah pembahasan tentang Pengertian AI, Perbedaan, Ruang Lingkup, Paham, Tujuan dan Contoh, kami berharap apa yang disampaikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih Terminologi ruang lingkup kerap kali dipakai pada saat seseorang melakukan suatu pengkajian atau penelitian. Selain itu ruang lingkup juga kerap kali dipakai dalam sebuah karya ilmiah. Pada bahasa Inggris ruang lingkup memiliki arti scope yang juga bisa diterjemahkan menjadi cakupan. PengertianManfaatContohContoh Ruang Lingkup PenelitianBatasan pada BisnisContoh Ruang Lingkup MakalahJenis MakalahRuang Lingkup Proposal dalam KegiatanKesimpulan Pengertian Ruang lingkup adalah penjelasan tentang batasan sebuah subjek yang terdapat di sebuah masalah. Bila diartikan secara luas ruang lingkup adalah batasan. Batasan yang dimaksud dalam ruang lingkup bisa berupa faktor yang diteliti seperti materi, tempat, waktu dsb. Sementara makna dalam arti sempit ruang lingkup berarti adalah suatu hal atau materi. Dan menurut wikitionary adalah besarnya subjek yang tercakup. Ketika penelitian berlangsung, ruang lingkup dapat dimaknakan sebagai batasan masalah yang dipakai, jumlah subjek yang diteliti, materi yang dibahas, luas tempat penelitian dll. Ruang lingkup batasan penelitian ini sangat penting sebab bisa berpengaruh terhadap keabsahan dari sebuah penelitian. Sedangkan pada arti yang khusus, ruang lingkup merupakan sebuah metode untuk pembatasan ilmu yang dikaji. Contohnya adalah ilmu filsafat mempunyai cakupan filsafat dasar, filsafat ontologi, filsafat epistemologi, filsafat aksiologi, hermeneutika, logika, etika dan estetika. Pada tiap kategori bisa dijelaskan setiap ruang lingkupnya. Contohnya adalah filsafat aksiologi mempunyai batasan cakupan etika deskriptif, etika normatif dan estetika deskriptif dan estetika normatif. Agar bisa memahami dari sebuah ruang lingkup, Anda harus mencari pengertian dari segi terminologi atau penjelasan batasan atau scope dari sebuah inti materi yang akan dikaji. Contohnya adalah materi filsafat dasar. Pengertian filsafat adalah ilmu yang mengkaji tentang cara berpikir secara benar dan bijaksana. Anda tahu bahwa cara berpikir itu banyak jenisnya sehingga perlu diketahui apa saja batasan tentang cara berpikir itu sendiri. Sehingga hal tersebut bisa menciptakan batasan materi yang bisa membuat masalah atau subjek yang diteliti bisa lebih tepat guna, terarah, terfokus dan memiliki sisi keaslian. Ruang lingkup tidak hanya mengkaji tentang ilmiah, tapi juga dimanfaatkan untuk pembahasan yang simpel. Contohnya adalah cara menciptakan donat, pada cakupan menciptakan donat tentu pembahasannya berkisar pada bahan baku donat, jenis donat, jenis tepung dan teknik menggulungnya. Tentu saja juga dibahas tentang parameter tentang donat, kualitas, riset & pengembangan dan kegunaannya. Manfaat Ruang lingkup kerap kali dimanfaatkan untuk mengkaji suatu hal. Ini menjadikan setiap pengkajian/pembahasan bisa lebih terfokus dalam pembahasan dan bisa lebih terarah serta tidak terpecah ke pembahasan lainnya. Berikut adalah sejumlah manfaat yang bisa ditemukan saat telah menentukan batasan. Pembahasan lebih terfokus, ini bisa bermanfaat agar pembahasan tidak terpecah kepada hal tidak berhubungan dengan subjek yang dibahas. Peneliti bisa membuat rencana yang tepat, karena cakupannya jelas maka waktu dan biaya bisa diukur dengan lebih baik. Meringankan pembahasan, ini lebih efisien dan efektif sehingga definisi dan pengertian dari suatu bahasan bisa lebih tepat. Masalah lebih cepat diselesaikan, ini karena dengan ruang lingkup setiap persoalan yang ada dalam pembahasan bisa lekas ditemukan solusinya. Ini juga berkaitan dengan poin nomor satu karena dengan batasan masalah bisa lebih sedikit dan metodenya bisa mudah ditemukan. Contoh Contoh Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup pada sebuah penelitian akan menjabarkan sejauh mana sebuah penelitian akan digali dan menentukan parameter-parameter penelitian yang akan dioperasikan. Pada dasarnya, maksud dari ruang lingkup atau scope penelitian ini adalah mendefinisikan cakupan studi dan apa yang akan menjadi fokus penelitian. Selain itu peneliti juga harus mendefinisikan apa saja yang tidak akan dibahas dan yang akan dibahas pada studi ini. Sebagai seorang peneliti, Anda harus bersikap cermat dan berhati-hati dalam menentukan batasan atau area fokus Anda. Ingat bahwa bila peneliti akan memperluas cakupannya maka akan ada lebih banyak yang harus dikerjakan sehingga bisa memungkinkan pengerjaan bisa memakan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Namun penentuan cakupan juga bisa menjadi masalah dilematis, karena apabila cakupannya terlalu sempit juga mengakibatkan temuan yang ada mungkin tidak bisa digeneralisasikan. Seringkali, informasi yang dibutuhkan dalam ruang lingkup mencakup hal berikut, diantaranya adalah Tujuan umum penelitian Populasi atau sampel yang diteliti Waktu atau durasi penelitian Topik atau teori yang akan diteliti dan diskusikan Lokasi geografis yang tercakup dalam penelitian Batasan pada Bisnis Contoh Ruang Lingkup Makalah Dalam ruang lingkup makalah, makalah yang dibuat ditandai dengan adanya landasan dasar pada penyusunannya. Sehingga bisa lebih terarah dan tidak asal-asalan. Selanjutnya makalah juga harus bisa mewakili tentang apa yang dipikirkan dan pengetahuan oleh si pembuat, sehingga membutuhkan banyak sumber yang valid. Ini dikarenakan makalah harus berisi tentang ilmu pengetahuan yang valid dan bertanggung jawab. Sehingga nantinya makalah bisa menjadi sumber ilmu yang memiliki masalah yang sama. Jenis Makalah Terdapat dua cabang jenis makalah, yakni makalah posisi dan makalah biasa. Makalah biasa sendiri adalah makalah yang menguraikan pengetahuan si pembuat pada sebuah persoalan yang sedang dibahas pada makalah yang diciptakannya. Sementara makalah posisi adalah jenis yang akan menguraikan permasalahan dari segi teoritik. Dua kategori ini mempunyai dasar yang berbeda karena makalah biasa kerap kali berlandaskan pada pengetahuan pembuat secara absolut. Sehingga penguraian yang dilontarkan oleh si pembuat harus sejalan dengan pemahaman si pembuat dengan apa yang sedang dibahas. Sedangkan makalah posisi mempunyai dasar pada sumber yang dipakai, ini mengakibatkan setiap penguraian harus berlandaskan literatur yang diangkat pada makalah. Dengan adanya literatur yang bersumber dari para ahli yang bermacam-macam ini mengharuskan si pembuat bisa menganalisa setiap pendapat. Karena nantinya isi makalah yang bersumber dari literatur tersebut bisa mudah untuk dimengerti oleh pembaca makalah. Ruang Lingkup Proposal dalam Kegiatan Arti dari ruang lingkup proposal adalah dalam pembuatan proposal harus diputuskan mana saja batas masalah utama. Contohnya adalah masalah tujuan, tempat, anggota dan faktor lain yang harus ditentukan. Dengan adanya batasan atau scope, proposal akan bisa lebih jelas sehingga pembaca bisa lebih memahami maksud dan arti dari rencana yang terdapat di proposal. Pengertian proposal itu sendiri adalah suatu agenda yang diutarakan dalam rupa skema aktivitas tulisan yang dijabarkan secara detail dan terstruktur. Proposal seringkali dimanfaatkan untuk panduan dalam melakukan aktivitas yang sudah diatur sedemikian rupa. Sementara dalam misinya proposal digunakan untuk memperoleh suatu izin dari suatu pihak tentang acara yang akan dilakukan. Manfaat lain dari proposal juga adalah untuk pengajuan permintaan/permohonan berupa kerjasama. Esensi dari tujuan dari pembuatan proposal merupakan untuk kesepakatan atau memperoleh izin dari suatu pihak mengenai strategi, rencana dan rancangan yang akan dilakukan. Terdapat juga kegunaan lain proposal yakni untuk meminta permohonan berupa anggaran dengan cara sikap kooperatif kerjasama dari kelompok yang memiliki anggaran dana. Kesimpulan Berdasarkan apa yang dipaparkan di atas bisa kita simak bahwa ruang lingkup merupakan alat agar setiap penelitian atau apapun yang akan dibahas bisa sesuai jalur dan lebih fokus sehingga setiap subyek yang diteliti bisa efektif dalam meraih tujuan yang diinginkan. Ini bisa berlaku di bidang apa saja termasuk meraih tujuan dalam hidup. Sekian merupakan pembahasan tentang batasan atau scope yang ditambah dengan manfaat dan contohnya yang saling berkaitan. Tulisan ini membahas pengertian humas online, kehumasan daring, atau humas digital, online public relation PR, digital PT, e-PR, Cyber PR, internet-PR untuk membangun reputasi, citra, popularitas, dan kedekatan dengan konsumen, klien, audiens, atau publik. Kita mulai ulasan pengertian humas online ini dari berita SHARP meraih penghargaan “Indonesia Top Digital PR Award 2019” Swa. Dengan parameter penilaian digital media aspect, social engagement aspect, dan digital mention aspect, sebanyak 21 merek brand dinilai sukses melakukan digital PR. Brand-brand tersebut dinilai mampu memanfaatkan secara maksimal peran Digital PR dalam membangun reputasi, engagement, dan kepercayaan konsumen. Salah satu peraih Indonesia TOP Digital PR Award 2019 adalah PT SHARP Electronics Indonesia untuk katagori TV karena LED TV banyak diperbincangkan di mesin pencari, sosial media, hingga portal berita. Melalui interaksi yang dikemas menarik dan responsif di media sosial, SHARP Indonesia membangun kedekatan sebagai merek elektronik andalan dengan konsumen. SHARP Indonesia juga mengajak para karyawan agar lebih aktif dalam menyebarkan informasi mengenai SHARP dalam sosial media masing-masing serta berusaha mengontrol interaksi. Dari media sosial, website, hingga, aplikasi SHARP ID juga terus kami tawarkan untuk memudahkan konsumen dalam menjangkau produk SHARP. Yang dilakukan SHARP adalah contoh humas online, dalam hal ini internet marketing pemasaran internet karena SHARP merupakan lembaga bisnis. Humas online dan pemasaran online menjangkau audiens sangat luas, internasional, dengan biaya relatif murah tanpa harus membayar biaya iklan karena memiliki media publikasi sendiri –website dan media sosial. Humas online adalah kegiatan kehumasan dan pemasaran melalui melalui media internet. Dalam humas online, membangun merek brand dan memelihara kepercayaan trust, pemahaman, citra perusahaan/organisasi kepada public/khalayak dan dapat dilakukan secara one to one communication bersifat interaktif. Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, 2006. Cyber Public Relations Cyber PR antara lain mengikuti publikasi mailing list yang sesuai dengan target market perusahaan kita, publikasi artikel, press release, atau e-newsletter melalui website dan akun resmi media sosial instansi/perusahaan. Target utama humas online adalah reputasi online e-reputations, brand awarness, dan trust. “Topik tahun ini adalah e-reputasi manajemen reputasi orang dan organisasi secara online” Christophe Ginisty, Juni 2010. PR online melibatkan pengelolaan produksi artikel dan siaran pers serta mendistribusikannya secara online. Menurut hasil Survei Perencanaan PR 2010, PR akan fokus pada media sosial, multimedia, dan optimisasi mesin pencari SEO Praktisi Humas dewasa ini dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK, lebih dari sekadar pandai menulis writing skills –sebagai “keterampilan tradisional” humas — dan lincah berbicara speaking skills. Kemunculan konsep baru kehumasan, seperti Corporate Blogging, Corporate Journalism, dan Social Media Strategy membuat praktisi humas harus familiar dengan teknik komunikasi melalui media baru new media. Kehadiran media online menjadikan tugas humas dengan tugas pemasaran marketing dan tugas layanan pelanggan customer service menjadi “berbaur”. Bisa dikatakan, tidak ada sekat antara Humas, Pemasaran, dan CS. Semua menjadi satu. Karenanya, di lembaga apa pun Anda menjadi Humas PR, instansi pemerintah ataupun perusahaan, organisasi swasta ataupun yayasan, tugas Humas Online melakukan semua fungsi humas, pemasaran, dan CS. Menurut Shel Holtz 19993, kebanyakan aktivitas humas di internet masih terbatas pada penggunaan media satu arah, dari atas ke bawah untuk penerbitan informasi masih menggunakan formula komunikasi massa yang tradisional. Banyak lembaga atau perusahaan yang belum mengadopsi internet sebagai media PR atau perusahaan. Banyak praktisi PR berbicara atas nama perusahaan telah mempertimbangkan penggunaan internet sebagai salah satu strategi komunikasi PR. Mereka tidak punya pilihan lain dan menjadikan Internet menjadi bagian dari budaya perusahaan. Melalui internet ini pula setiap individu bisa menjadi penerbit, konsumen atau melakukan kampanye untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Teknologi internet telah mengubah pola komunikasi PR sebelumnya yang masih konvensional seperti komunikasi dari atas ke bawah, bawah ke atas, horisontal, atau pola komunikasi massa yang dilakukan. Semua itu telah mereka tinggalkan dengan pola yang lebih aktual setelah lahirnya internet. Kelebihan Humas Online Keuntungan Humas dalam menggunakan internet antara lain Informasi cepat sampai pada publik; Bagi PR, internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi, dan promosi; Siapa pun dapat mengakses internet; Tidak terbatas oleh ruang dan waktu; Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung. Shel Holtz 1999 dalam buku Public Relations on the Net mengemukakan beberapa keuntungan penggunaan internet bagi humas, yakni Informasi cepat sampai kepada publik Internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi. Siapa pun dapat mengakses internet Tidak terbatas oleh ruang dan waktu Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung. Holtz juga mengemukakan beberapa pendekatan strategi Humas Pertemuan antar pihak manajemen yang telah dibreafing oleh PR dengan perwakilan dari kantor pajak; Mengadakan open house untuk menginformasikan program-porgam perusahaan yang telah mempekerjakan karyawan lokal komunitas terdekat yang memiliki keahlian memadai; Mengirim press release tentang investasi perusahaan sebagai informasi komunitas lokal dan dampknya terhadap sosial ekonomi mereka; Membuat website situs web perusahaan membentuk citra positif di mata publiknya; Berpartispasi dalam kelompok diskusi tertentu dan membicarakan perkembangan dan situasi negara. Matt Haig 2000 menyatakan, internet sangat membantu kegiatan e-PR Komunikasi yang konstan constant communication. Internet tidak pernah tidur, kita bisa melakukan komunikasi selama 24 jam sehari, 7 hari per minggu, 365 hari per tahun. Respons instan instant response. Kita bisa memberikan respons secara cepat untuk menangani isu yang tersebar melalui internet. Khalayak global global audience sehingga bisa mendapatkan respons langsung dari khalayak kita. Komunikasi dua arah terjadi antara organisasi dan publik yang merupakan tujuan dari komunikasi public relations. Efektivitas biaya. Dengan menggunakan media online pekerjaan menjadi lebih hemat biaya. Karakteristik Humas Online Karakteristik utama Humas Online tentu saja adalah tugas pokok dan fungsi kehumasan itu dilakukan secara online melalui media internet, seperti menggunakan email, e-newsletter, blog, situs web instansi/perusahaan, dan media sosial/jejaring sosial. Sebagaimana jenis komunikasi online pada umumnya, humas online memiliki karakteristik dan manfaat antara lain sebagai berikut 1. Real Time & All Time. Bisa dilakukan saat ini juga dan sepanjang waktu 24 jam. 2. Interaktif. Terjadi proses komunikasi dua arah. Publik atau klien bisa memberikan feedback secara langsung dan cepat. 3. Multimedia. Informasi yang disampaikan bisa berupa tulisan script, gambar grafis, suara audio, audio‐visual film, video, dan link tautan. Peran Baru Humas Media sosial influencer memahami lanscape dan dinamika Analis / pakar pasar dengar apa yang dikatakan orang Pemasar Web belajar berpikir tentang pemasaran web terintegrasi Perwakilan layanan pelanggan menjadi bagian dari layanan pelanggan Pemasar Hubungan membina dan menumbuhkan hubungan di masyarakat Pemasar viral pelajari sifat komunikasi viral Pendengar dengarkan untuk menjadi pembicara. Cyber PR Tools – Perangkat Humas Online Perangkat humas online, sebagaimana dikemukakan The PR Doc, antara lain Website Online Press Release Article Marketing Online Newsletter Blog Other Social Media Google Alert for Media Monitoring Google Analytics untuk mengenal audiens. Keahlian Humas Online Cyber PR Skills Praktisi humas bisa memulai kemahirannya di bidang media online dan media sosial dengan cara 1. Blogging. Membuat blog pribadi untuk melatih keterampilan menulis di media online, juga mengakrabi bahasa pemrograman seperti CSS, HTML, Javascript, dan php. Untuk itu, buatlah blog di Blogger. Dengan blogging, praktisi humas juga akan terbiasa menulis dengan gaya media online online style writing, membangun jaringan dan komunitas, berinteraksi dengan pembaca, dan belajar memahami dan menerapkan SEO dan Internet Marketing. 2. Netizen. Jadilah user internet yang aktif. Share dan publikasi info aktual, aktif di forum-forum, minimal aktif di Facebook dan Twitter untuk membiasakan diri bergaul dengan komunitas online atau masyarakat dunia maya. Praktisi Humas Online dituntut memiliki sejumlah pengetahuan dan keterampilan terkait media online dan media sosial. Konsultan humas digital, Arik Hanson, dalam “10 skill the PR Pro of 2022 MUTS have” menyebutkan 10 jenis keterampilan yang harus dimiliki humas modern Advertising copywriting Video editing/production Mobile Social content creation/curation Analytics SEO Speed to information Programming skills Managing virtual teams Blogger outreach Laman Braa The Enterprises juga menyebutkan 10 keahlian humas profesional di era media online Knowledge of the AP Stylebook Being able to blog Keeping up with the times and information while remaining educated on emergent trends and issues Able to Shoot and Edit Video Being Bilingual Knowledge of Advertising SEO Expertise Create and curate content on social media Programming skills Writing Skills Ruang Lingkup Humas Online Online PR Skills Geografi Media Sosial Online PR Tool 1 Blogging Online PR Tool 2 Social Media Management Online PR Tool 3 Online Media Monitoring Google Alert, Trends, Analytic Online PR Tool 4 RSS Feedburner, E-Newsletter, e-zine Search Engine Optimization SEO Corporate Blogging Corporate Journalism Web Content Management Online Writing & Advertisement Website sebagai Pusat Kegiatan Humas Online Situs web website resmi lembaga merupakan pusat kegiatan humas online, khususnya dalam penyebaran informasi termasuk press release. Penyebaran konten web dilakukan melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter, serta didukung blog pribadi praktisi humas dan pegawai instansi atau karyawan. Penulisan berita atau aritikel di website resmi lembaga hendaknya mengikuti standar penulisan website atau gaya penulisan online online writing style. Gaya penulisan untuk web agak berbeda dibanding gaya penulisan press release. Praktisi humas online harus mengetahui trik penulisan di web, misalnya menempatkan poin utama di paragraf awal, menulis secara singkat, memberikan heading tags, daftar list, alinea pendek, dan jarak antar-alinea untuk memudahkan pembaca. Gaya penulisan dalam website, menurut Prayudi 2007, seharusnya memperhatikan beberapa pendekatan sebagai berikut Membuat ringkasan, yakni menempatkan poin utama di paragraf pertama dan menggunakan konsep piramida terbalik. Tulislah secara singkat, lebih baik gunakan daftar daripada paragraf Menulis untuk di-scan, sebab sebagian besar pengguna web lebih memilih men-scan halaman untuk mendapatkan info yang dibutuhkan daripada membacanya kata demi kata. Bimbing pembaca dengan memberikan tanda khusus seperti heading, daftar,dan penekanan tipografis atau tata huruf. Kegiatan Humas Online di Media Sosial Media sosial menjadi media kedua setelah website untuk kegiatan humas online. Untuk humas instansi pemerintah, ada Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah. Berikut ini kutipan lengakapnya. Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah Latar Belakang Salah satu tugas humas pemerintah adalah menyebarluaskan informasi dan kebijakan pemerintah sesuai dengan institusi/lembaga masing-masing kepada publik, menampung dan mengolah aspirasi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik guna menjaga citra dan reputasi pemerintah. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya kreatif dan persuasif dalam pelaksanaan misi tersebut. Humas pemerintah harus mengomunikasikan kebijakan, rencana kerja, dan capaian kinerja kepada masyarakat luas, melalui media tradisional, media konvensional, dan media baru. Komunikasi yang menggunakan media baru atau teknologi internet dapat menjangkau langsung dan cepat kepada semua pihak. Populasi pengguna internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur teknologi informasi di Indonesia dan program pemerintah yang memperkenalkan sarana internet hingga ke pelosok Indonesia. Pertumbuhan pengguna internet semakin berlipat ganda, seiring dengan pertumbuhan penjualan telepon seluler pintar smart phone yang dapat mengakses internet bergerak mobile sehingga khalayak dapat mengakses internet di mana saja dan kapan saja. Situs website yang paling banyak dikunjungi pengguna internet di Indonesia adalah situs-situs media sosial, seperti dan Pengguna internet di Indonesia sebagian besar menggunakan media sosial dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang menggunakan internet. Selain itu, masyarakat juga banyak mengunjungi portal berita. Penggunaan media sosial telah membentuk dan mendukung cara baru dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi. Media sosial menawarkan cara yang lebih cepat dan tepat untuk berpartisipasi dalam pertukaran informasi melalui daring dalam jaringan/online. Dengan melihat efektivitas media sosial dalam membangun komunikasi dan interaksi dengan masyarakat, hubungan masyarakat pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial untuk meraih perhatian dan dukungan khalayak luas serta tidak lagi semata-mata bertahan dengan cara-cara komunikasi yang konvensional. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, humas pemerintah menggunakan berbagai bentuk media komunikasi berbasis internet, seperti situs, portal berita, blog, dan media sosial. Bahkan, media sosial telah menjadi salah satu media yang paling banyak digunakan, baik oleh perseorangan maupun organisasi/lembaga. Media sosial bersifat dua arah dan terbuka, yang memungkinkan para penggunanya dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Media sosial berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan aplikasi berbasis internet, yang dibangun atas dasar ideologi dan teknologi internet yang bersifat dua arah Web yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran isi antarpengguna. Komunikasi melalui media sosial dapat dilakukan antarindividu, individu dan institusi, institusi dan individu, serta antarlembaga. Media sosial menghubungkan dan mempersatukan khalayak yang memiliki minat dan kepentingan yang sama, tanpa dibatasi faktor geografi, profesi, usia, dan sekat-sekat lainnya. Media sosial hadir sebagai alat komunikasi dua arah yang efektif dan intensif. Kehadiran media sosial telah menambah sarana penyebaran informasi, opini publik, dinamika percakapan dan diskusi, bahkan telah mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang telah terjangkau infrastruktur komunikasi dan informatika. Penggunaan dan pemanfaatan media sosial merupakan salah satu cara dalam mempromosikan serta menyebarluaskan program dan kebijakan pemerintah serta berinteraksi dan menyerap aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pengguna media sosial pada akhirnya membangun sebuah komunitas sehingga terjalin komunikasi yang intensif. Proses komunikasi karena ketertarikan yang sama terhadap suatu hal akan cepat membangun opini publik yang berdampak pada citra dan reputasi pemerintah. Oleh karena itu, pada masa sekarang dan akan datang, praktisi humas pemerintah perlu memperhatikan peran media sosial serta terlibat secara aktif di dalamnya. Pada saat ini hampir seluruh lembaga pemerintah telah menggunakan satu atau lebih media sosial sebagai salah satu sarana komunikasi kehumasan. Media sosial terbukti mampu melibatkan khalayak secara aktif dan menjaring masukan dari berbagai kalangan sehingga menciptakan kearifan orang banyak wisdom of the crowd. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik dan bijak, penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi kehumasan dapat membawa dampak negatif. Berbagai masukan dan komentar, baik positif maupun negatif, bisa masuk tanpa dapat dikendalikan sehingga mempengaruhi citra lembaga. Banyak di antara akun-akun yang mengatasnamakan instansi pemerintah sebenarnya bukan akun resmi lembaga yang bersangkutan, melainkan akun individu pegawai atau pihak yang berafiliasi dengan lembaga tersebut. Apabila penggunaan media sosial yang mengatasnamakan instansi tidak disertai aturan dan pengendalian yang tegas dan mengikat serta pengelolaan yang profesional, dapat mengakibatkan ketidakjelasan pesan dan kebingungan khalayak sehingga berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan, pada khususnya, dan pemerintah pada umumnya. Sebaliknya, apabila penggunaan media sosial diawali dengan pengertian dan pemahaman yang lengkap, pengaturan yang tepat, serta pengelolaan yang baik akan diperoleh manfaat dari penggunaan media sosial di instansi pemerintah. Untuk menunjang hal-hal tersebut di atas, perlu disusun Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah sebagai acuan dalam menjalankan mekanisme pengelolaan media sosial serta menjadi acuan bagi pembuatan petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis pengelolaan media sosial di instansi pemerintah. Pemanfaatan media sosial ini sejalan dengan ketentuan dalam reformasi birokrasi, antara lain pemanfaatan teknologi informasi e- Government, strategi komunikasi, manajemen perubahan change management, manajemen pengetahuan knowledge management, dan penataan tata laksana business process. Asas Asas media sosial meliputi faktual, yaitu informasi yang disampaikan melalui media sosial berlandaskan pada data dan fakta yang jelas dengan mempertimbangkan kepentingan umum; disampaikan melalui media sosial sehingga dapat diakses dengan mudah dan diketahui oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja dalam menyampaikan pesan secara benar, jujur, dan apa adanya; keikutsertaan participation dan keterlibatan engagement, yakni penyampaian informasi melalui media sosial yang diarahkan untuk mendorong keikutsertaan dan keterlibatan khalayak dengan cara memberikan komentar, tanggapan, dan masukan kepada instansi pemerintah; a interaktif, yakni komunikasi instansi pemerintah yang dilakukan melalui media sosial bersifat dua arah; b harmonis, yaitu komunikasi instansi pemerintah melalui media sosial yang diarahkan untuk menciptakan hubungan sinergis yang saling menghargai, mendukung, dan menguntungkan di antara berbagai pihak yang terkait; c etis, yaitu pelaksanaan komunikasi instansi pemerintah melalui media sosial yang menerapkan perilaku sopan, sesuai dengan etika dan kode etik yang ditetapkan, serta tidak merugikan orang lain dan menimbulkan konflik; d kesetaraan, yaitu terbina hubungan kerja yang baik dan setara antara instansi pemerintah dan pemangku kepentingan; e profesional, yaitu pengelolaan media sosial yang mengutamakan keahlian berdasarkan keterampilan, pengalaman, dan konsistensi; f akuntabel, yaitu pemanfaatan media sosial yang dapat dipertanggungjawabkan. Dasar-Dasar Media Sosial Dalam membangun hubungan yang baik antara instansi pemerintah, khususnya yang melaksanakan tugas kehumasan pemerintah dan masyarakat, perlu diwujudkan sinergi dan harmonisasi yang saling membutuhkan dan menguntungkan serta berkelanjutan. Data, informasi, dan fakta yang disampaikan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Media sosial harus dapat mengakomodasikan kepentingan masing- masing instansi pemerintah dan masyarakat. Instansi pemerintah, dalam hal ini unit kerja humas pemerintah, harus dapat menyediakan dan menyampaikan informasi secara akurat, efisien, efektif, dan terjangkau sehingga komunikasi instansi pemerintah dengan pemangku kepentingan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Manfaat media sosial, antara lain, adalah menyebarluaskan informasi pemerintah agar menjangkau masyarakat; membangun peran aparatur negara dan masyarakat melalui media sosial; menyosialisasikan strategi dan tujuan pembangunan di masa depan; membangun interaksi antara pemerintah dan masyarakat; meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah; menggali aspirasi, opini, dan masukan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah. Kategori manfaat yang dapat diperoleh pemerintah dalam menggunakan media sosial meliputi efisiensi, yaitu dengan sumber daya yang relatif lebih sedikit dapat menjangkau masyarakat dengan cepat; kemudahan layanan dan kenyamanan pengguna, yaitu mampu memberikan layanan masyarakat secara daring e-Public Service yang dapat diakses 24 jam 7 hari seminggu dari seluruh dunia; keterlibatan masyarakat, yaitu partisipasi masyarakat yang lebih besar dalam proses demokrasi pemerintah e-Democracy. Prinsip Media Sosial Humas Pemerintah Media sosial humas pemerintah berprinsip sebagai berikut kredibel, yakni menjaga krediblitas sehingga informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan keterwakilan; integritas, yakni menunjukkan sikap jujur dan menjaga etika; profesional, yakni memiliki pendidikan, keahlian, dan keterampilan di bidangnya; responsif, yakni menanggapi masukan dengan cepat dan tepat; terintegrasi, yakni menyelaraskan penggunaan media sosial dengan media komunikasi lainnya, baik yang berbasis internet on-line maupun yang tidak berbasis internet off-line; keterwakilan, yakni pesan yang disampaikan mewakili kepentingan instansi pemerintah, bukan kepentingan pribadi. Etika Media Sosial Praktisi humas pemerintah perlu menegakkan etika media sosial, yakni menjunjung tinggi kehormatan instansi pemerintah; memiliki keahlian, kompetensi, objektivitas, kejujuran, dan integritas; menjaga rahasia negara dan melaksanakan sumpah jabatan; menegakkan etika yang berlaku agar tercipta citra dan reputasi instansi pemerintah; menghormati kode etik pegawai negeri; menyampaikan dan menerima informasi publik yang benar, tepat, dan akurat; menghargai, menghormati, dan membina solidaritas serta nama baik instansi dan perorangan; melaksanakan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Khalayak Audiens Berdasarkan demografi, khalayak media sosial dibedakan atas warga asli digital digital native dan migran digital digital migrant. Segmentasi teknografis sosial terdiri dari tujuh kelompok creators, yakni khalayak yang memiliki sejumlah media sosial dan aktif mengisi dan memperbaharui up-date; khalayak ini menulis blog, mengunggah up-load musik, video, audio, foto, artikel, yang disebar share atau di-retweet oleh para pengikutnya. Pada umumnya, khalayak ini memiliki banyak teman friend, penggemar fans, dan pengikut follower, serta menyimak dan mengikuti pesan-pesan mereka; conversationalists, yakni khalayak yang aktif membangun percakapan dengan memperbaharui status up-date status atau tweet-nya paling sedikit seminggu sekali. Alat tools yang paling banyak digunakan adalah situs jejaring sosial seperti Facebook, Multiply, dan Google+, serta microblogging seperti Twitter dan Plurk; critics, yakni khalayak yang lebih banyak menanggapi isi yang dibuat orang lain daripada mengunggah gagasan atau karyanya sendiri; khalayak ini gemar membuat ulasan, menulis komentar dalam blog dan media sosial, aktif berdiskusi di forum sosial, serta menyunting artikel di wiki; collectors; khalayak yang gemar mengikuti berbagai media sosial, mengunduh isinya dan menyimpannya dengan teratur; khalayak ini proaktif melanggan dan menggali informasi dari berbagai situs yang dianggap penting dengan menggunakan fasilitas Really Simple Syndication RSS feeds, tags, dan sebagainya; khalayak ini juga kerap menjadi sumber rujukan orang-orang di sekitarnya karena memiliki banyak informasi yang berguna; joiners, yakni khalayak yang gemar bergabung di berbagai media jejaring sosial, seperti Facebook dan MySpace, tetapi tidak terlalu aktif menyampaikan status, gagasan, atau aspirasinya; spectators khalayak yang gemar membaca blog dan berbagai media sosial, menonton video di YouTube, mengunduh down-load musik dari internet, mengikuti diskusi di berbagai forum media sosial, dan mengulas isinya, tetapi cenderung tidak memberikan komentar, penilaian rating, atau me-retweet dan berbagi informasi atau pesan yang diterimanya; inactive, yakni khalayak yang tidak memiliki atau mengikuti media sosial apa pun; kelompok ini pada umumnya berusia lanjut lebih dari 50 tahun dan cenderung mendapatkan informasi di internet melalui milis mailing-list. Beberapa tujuan instansi dalam pemanfaatan media sosial adalah menyimak listening, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk memahami dan menyerap aspirasi kebutuhan khalayak; berbicara talking, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan pesan dan informasi;. menyemangati energizing, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk membangun semangat dan keterlibatan serta mendorong khalayak menyebarluaskan pesan melalui percakapan dari mulut ke mulut word-of-mouth dan komunikasi viral melalui internet; mendukung supporting, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk membantu khalayak agar saling mendukung sehingga tercipta dukungan yang lebih besar; merangkul embracing, yaitu instansi menggunakan media sosial untuk melibatkan khalayak ke dalam kegiatan instansi, termasuk dalam memberikan masukan, saran, gagasan, dan/atau tindakan nyata. Kegiatan Media Sosial Kegiatan media sosial merupakan bagian terpadu dari kegiatan komunikasi instansi pemerintah secara menyeluruh. Oleh karena itu, kegiatan tersebut harus diselaraskan dengan kebijakan umum pemerintah. Kebijakan instansi pemerintah yang memiliki akun media sosial tersebut harus tercermin dalam isi media sosial. Untuk mengelola hubungan masyarakat dengan memanfaatkan media sosial digunakan akun resmi masing-masing instansi pemerintah dengan penanggung jawab administrator pimpinan dari instansi yang bersangkutan untuk dan atas nama pemimpin instansi. Penanggung jawab berhak sepenuhnya untuk mengunggah informasi yang berkaitan dengan instansi serta menanggapi atau menjawab komentar, pendapat, masukan, dan saran khalayak. Dalam pelaksanaan sehari-hari dapat ditunjuk petugas yang khusus mengelola media sosial instansi yang bersangkutan. Pemantauan dan Evaluasi Media Sosial Pemantauan media sosial dikenal juga dengan istilah penyimakan sosial social listening. Kegiatan ini merupakan proses identifikasi dan penilaian mengenai persepsi khalayak terhadap instansi dengan menyimak semua percakapan khalayak di berbagai media sosial. Pemantauan dilakukan untuk mengukur dan menganalisis kecenderungan persepsi, opini, dan sikap khalayak terhadap instansi. Pengukuran dan analisis tersebut dilakukan terus-menerus dan sewaktu real time sehingga instansi pemerintah mampu memantau pergerakan naik atau turunnya kecenderungan persepsi, opini, dan sikap khalayak terhadap instansi. Untuk mengukur tingkat kembalian investasi return on investment di media sosial, digunakan lima kategori pengukuran sebagai berikut 1. Jangkauan Untuk mengukur seberapa jauh jangkauan pesan mencapai khalayaknya, digunakan tolok ukur, antara lain jumlah tautan link yang merujuk pesan yang disampaikan, jumlah tweet dan retweet tentang pesan yang dimuat, jumlah orang yang membicarakan pesan, dan jumlah hubungan baru yang terbentuk sebagai akibat isi yang bernilai valuable content. 2. Frekuensi dan Lalu-Lintas Percakapan Untuk mengukur frekuensi kuantitas percakapan digunakan sejumlah tolok ukur, seperti jumlah kunjungan, jumlah pengunjung, jumlah kunjungan kembali, jumlah halaman yang dibaca page view, dan lama berkunjung ke suatu situs, sedangkan untuk mengukur lalu-lintas percakapan hanya digunakan jumlah kunjungan kembali, jumlah halaman yang dibaca, dan lama berkunjung ke suatu situs. 3. Pengaruh Unsur yang perlu diperhatikan untuk mengukur pengaruh dampak media sosial adalah kekerapan diskusi mengenai isi atau pesan tertentu yang disampaikan, komentar, dan efek penyebarluasan informasi komunikasi viral; misalnya, melalui re-tweet, sharing, dan tagging. 4. Percakapan dan Keberhasilan Jumlah pesan yang di-click khalayak, jumlah pesan yang diunduh khalayak, dan jumlah pesan yang diadopsi atau program yang kemudian diterima dan didukung khalayak merupakan unsur yang perlu diperhitungkan dalam percakapan dan menentukan keberhasilan pemanfaatan media sosial. 5. Keberlanjutan Tolok ukur keberlanjutan komunitas adalah loyalitas sekadar klien atau hingga menjadi duta/ambassador, jumlah kunjungan kembali ke situs, dan tingkat keterlibatan engagement khalayak. Selain lima ukuran di atas, ada sejumlah alat analisis untuk mengukur berbagai hal di media sosial, baik yang dapat diunduh secara cuma-cuma atau pun yang berbayar, diantaranya bagan Alat Analisis Tracking Analysis. Pemantauan media sosial juga dilakukan dengan mengamati jumlah lalu-lintas percakapan traffic, pengunjung unique visitor, jumlah halaman yang disimak pengunjung page view, komentar yang masuk ke media sosial yang digunakan, sifat komentar positif, netral, dan negatif, serta komunikasi viral yang terjadi akibat penyampaian pesan melalui media sosial tersebut. Evaluasi terhadap kinerja media sosial meliputi aspek luas jangkauan yang tercipta, intensitas, kedalaman isi diskusi, dan masukan yang diperoleh. Evaluasi tersebut meliputi masukan input, keluaran output, hasil outcome, dan manfaat benefit. Sumber Permenpan No. 83 tahun 2012 Demikian pengertian dan ruang linkup humas online, e-PR, atau Cyber PR serta tugas pokok dan fungsi tupoksi yang dapat menjadi acuan bagi peningkatan kualitas SDM kehumasan dan “perubahan kurikulum” jurusan atau program studi prodi humas di perguruan tinggi. Wasalam. Dapatkan Panduan Lengkap dan Detail seputar Humas Online di Buku Humas Online Panduan Praktis Cyber PR. Harga Order Penerbit Lekkas. Tlp/WA +62 821-1840-2369 Video Dasar-Dasar Humas Online Referensi Jurnalistik Online Panduan Mengelola Media Online, Asep Syamsul M. Romli, Nuansa, Bandung, 2012. Online Public Relations, David Phillips, Kogan Page Publishers, 2001. Public Relations and the Social Web How to Use Social Media and Web in Communications, Robert Brown, 2009. Haig, M. 2000. e-PR essential guide to pr on the internet the essential guide to public relations on the internet the essential guide to online business communications. USA Kogan Page. Holtz, S. 2002. PR on the net Winning strategies to inform and influence the media, the investment community, the government, the public, and more! 2nd Ed. USA Amacom. 20 2. Ruang Lingkup Manajemen Kurikulum Manajemen Kurikulum adalah suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komperhensif, dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Ruang lingkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum Rusman 2011 Menurut Oemar Hamalik 2006 Perencanaan kurikulum adalah perencanaan kesempatan- kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membina siswa ke arah perubahan tingkah laku yang diinginkan dan menilai sampai dimana perubahan-perubahan telah terjadi pada diri siswa. Jadi menurut penulis perencanaan kurikulum adalah susunan kesempatan belajar yang dirancang oleh pihak sekolah dengan tujuan membina siswa kearah perubahan tingkah laku dan melalui perencanaan itu juga guru dapat menilai sampai dimana perubahan yang terjadi pada diri siswa berdasarkan standar yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam peraturan Mentri No 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dijelaskan bahwa perencanaan pembelajaran meliputi silabus dan rencana 21 pelaksanaan pembelajaran yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi SK, kompetensi dasar KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Silabus merupakan garis-garis haluan secara umum yang digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan RPP. RPP merupakan program pelaksanaan pembelajaran secara periodik, bisa untuk sekali pertemuan bahkan lebih tergantung pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Sedangkan PPI merupakan program yang dibuat oleh guru diperuntukkan bagi siswa yang memiliki hambatan atau permasalahan dalam suatu hal yang bersifat individual. Identitas mata pelajaran meliputi satuan pendidikan, kelas, semesterprogram keahlian, mata pelajaran atau tema pembelajaran, jumlah pertemuan. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal perserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan dapat dicapai setiap kelas dan atau semester pada suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata 22 pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusun indikator kompetensi dalam suatu pembelajaran. Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur danatau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir- butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. 23 Jadi menurut penulis perencanaan kurikulum, merupakan penyusunan tahapan-tahapan pembelajaran oleh pendidik dalam rangka membingkai proses pembelajaran yang akan dialami oleh siswa. Diharapkan melalui rancangan pembelajaran akan berdampak pada perubahan mencakup aspek afektif dan kognitif anak ke arah yang lebih baik. Rusman 2011 menyatakan bahwa organisasi kurikulum merupakan pola atau desain bahan kurikulum yang tujuannya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Organisasi kurikulum sangat terkait dengan bahan pelajaran dan sumber bahan pembelajaran. Sumber belajar dari kurikulum adalah nilai budaya, nilai sosial, aspek siswa dan masyarakat serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa faktor yang diperhatikan dalam organisasi kurikulum yaitu berkaitan dengan ruang lingkup scope, urutan bahan sequence, kontinuitas, keseimbangan dan kerterpaduan integrated. Hamalik 2012 berpendapat bahwa organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk, yang masing- masing memiliki ciri-cirinnya sendiri 24 1. Mata pelajaran yang terpisah-pisah isolated subjects. Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah, seperti Sejarah, Ilmu pasti, Bahasa Indonesia. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. Masing- masing diberikan pada waktu tertentu dan tidak mempertimbangkan minat kebutuhan dan kemampuan siswa. Semua materi diberikan semua. 2. Mata pelajaran berkorelasi correlated. Kolerasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran. Prosedur yang ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkolerasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu. 3. Bidang studi broad field. Organisasi kurikulum yang berupa pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan difungsikan dalam satu bidang pengajaran. 4. Program yang berpusat pada anak child centered, yaitu program kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata pelajaran. 25 5. Inti masalah yaitu suatu program yang berupa unit- unit masalah, dimana masalah-masalah yang diambil dari suatu mata pelajaran tertentu, dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan- kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya. 6. Ecletic program yaitu suatu program yang mencari kesinambungan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik. Melalui pengertian di atas penulis merumuskan bahwa organisasi kurikulum merupakan rangkaian desain bahan pembelajaran yang diatur oleh pihak sekolah dalam rangka mempermudah siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Pelaksanaan kurikulum adalah suatu proses penerapan ide, konsep dan kebijakan kurikulum kurikulum potensial dalam suatu aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Mulyasa 2008 pelaksanaan kurikulum terbagi menjadi dua yaitu pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan tingkat kelas. Tingkat sekolah yang berperan adalah kepada sekolah dan tingkatan kelas yang berperan adalah guru Suryosubroto 2004. 26 Dalam pelaksanaan semua konsep, prinsip, nilai, pengetahuan, metode, alat dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata. Perwujudan ini semua terletak pada kemampuan guru sebagai sarana dan keberhasilan penerapan kurikulum. Implementasi kurikulum seharusnya menempatkan pengembangan kreativitas siswa lebih dari penguasaan materi. Dalam kaitan ini siswa diposisikan sebagai subjek dalam proses pembelajaran. Mengimplementasikan kurikulum yang sesuai dengan rancangan, dibutuhkan kesiapan yang matang dari pelaksana, sebab sebagus apapun desain kurikulum yang dimiliki keberhasilan penerapannya tergantung pada kopetensi guru. Melalui Permen No 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, pelaksanaan proses pembelajaran terbagi atas persiaratan pelaksanaan proses pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Yang termasuk persiaratan pelaksanaan proses pembelajaran yaitu jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar, beban kerja minimal guru, buku teks pelajaran, pengelolaan kelas. Pelaksanaan pembelajaran merupakan implimentasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran 27 meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran terdiri atas tiga tahapan yaitu a. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan pendahuluan guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumya dengan materi yang dipelajari, menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang dicapai. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian untuk kegiatan sesuai silabus. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan 28 secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. c. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi Melalui penjelasan pelaksanaan kurikulum, penulis menyimpulkan bahwa dalam proses pelaksanaan kurikulum kepala sekolah dan guru memegang peranan penting namun merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Kepala sekolah berperan pada pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan guru lebih spesifik pada tingkat kelas. Namun untuk menyukseskan proses pelaksanaan kurikulum tingkat kelas guru harus mempunyai kompetensi untuk menjalankan kurikulum yang telah dirancang sebelumnya agar tidak keluar dari apa yang telah ditetapkan. Selain itu pada saat pelaksanaan kurikulum guru mampu memposisikan siswa sebagai 29 subjek pembelajaran. Sehingga, dari pelaksanaan kurikulum siswa dapat berkembang dan menjawab tujuan pendidikan yang ditetapkan. Evaluasi kurikulum merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membuat keputusan dan penilaian tentang kurikulum yang meliputi kurikulum sebagai ide, kurikulum sebagai rencana tertulis, kurikulum sebagai proses dan kurikulum sebagai hasil. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran. Menurut Permen No 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, bahwa evaluasi kurikulum terbagi atas evaluasi proses pembelajaran secara keseluruhan mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi terhadap proses pembelajaran yaitu dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Dan yang ketiga, evaluasi proses pembelajaran memusatkan 30 pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Dari pengertian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa tahap evaluasi kurikum merupakan bagian penting dari proses pelaksanaan kurikulum. Dengan adanya proses evaluasi guru dapat mengetahui sejauh mana perkembangan siswa dengan proses pembelajaran yang sudah berlangsung. Dan sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah. Isi dari kurikulum menurut Alexander 1966 dalam Rusman 2011 berisikan fakta-fakta, presepsi, ketajaman, desain, dan solusi yang tergambarkan dari apa yang dipikirkan. Secara keseluruhan semua itu diperoleh dari pengalaman dan semua itu merupakan komponen yang menyusun pikiran yang menyusun kembali hasil pengalaman tersebut ke dalam adat dan pengetahuan, ide, konsep, generalisasi, prinsip, rencana dan solusi. Menurut John Dewey 1996 dalam Rusman 2011 bahwa isi kurikulum lebih dari sekedar informasi yang dipelajari ketika dua kondisi muncul. Pertama, isi harus memiliki hubungan dengan pertanyaan yang menjadi perhatian siswa, kedua isi harus secara langsung masuk ke dalam tingkah laku 31 sebagai upaya meningkatkan makna dan kedalaman arti. Beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam memilih isi kurikulum yaitu isi kurikulum harus sesuai dan tepat serta bermakna bagi perkembangan siswa atau sejalan dengan tahap perkembangan anak didik. Isi dari kurikulum yang hendak diterapkan juga harus dapat menjawab tujuan yang komperhensif. Artinya, mengandung aspek intelektual, moral, sosial secara seimbang. Isi kurikulum juga harus mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji, artinya tidak cepat lapuk hanya karena perubahan tuntutan hidup sehari- hari. Mengandung bahan pelajaran yang jelas menyangkut dengan, teori, prinsip, konsep yang tepat bukan hanya sekedar informasi. Yang terpenting adalah isi kurikulum harus menunjang tercapainya tujuan pendidikan Rany 2011. Dalam manajemen kurikulum terdapat prinsip- prinsip dalam proses pelaksanaannya. Seperti yang dikemukakan oleh Rusman 2011, bahwa prinsip- prinsip manajemen kurikulum meliputi  Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kurikulum. Pertimbangan bagaimana agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai 32 dengan tujuan kurikulum harus menjadi sasaran dalam manajemen kurikulum;  Demokratisasi, pelaksanaan manajemen kurikulum harus berdasarkan demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusnya dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai tujuan kurikulum;  Kooperatif, untuk memporoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum perlu adanya kerja sama yang positif dari berbagai pihak yang terlibat;  Efektivitas dan efisiensi rangkaian kegiatan manajemen kurikulum harus mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum sehingga kegiatan manajemen kurikulum tersebut memberikan hasil yang berguna dengan biaya, tenaga, dan waktu yang relatif singkat;  Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen kurikulum harus dapat memperkuat dan mengarahkan visi, misi dan tujuan kurikulum. Melalui penjelasan tentang isi kurukulum penulis simpulkan bahwa, isi kurikulum merupakan hal yang mendasar dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan. Isi kurikulum memiliki sifat yang kompleks. Benar- benar memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anak dan materi yang diberikan benar-benar ilmiah, mengandung bahan pelajaran yang jelas menyangkut teori, konsep yang tepat dan dapat dipertangung jawab. Dalam penerapannya juga mempertimbangkan banyak aspek sehingga nantinya anak tidak mengalami 33 kesulitan dalam memahami bahan yang disajikan oleh guru. B. Konsep Community Dalam Pendidikan Berbasis

jelaskan secara singkat ruang lingkup dari internet